Rabu, 26 Agustus 2026

Pelaksanaan apel pagi di halaman RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro berlangsung dengan khidmat dan penuh fokus dalam menyelaraskan arah kebijakan organisasi. Pada kesempatan kali ini, bertindak sebagai Pembina Apel adalah dr. Fitri Agustina, M.K.M., yang hadir mewakili jajaran Dewan Pengawas RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi sekaligus memberikan perhatian khusus terkait berbagai agenda strategis rumah sakit. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah pemberian dukungan penuh (support) serta arahan taktis bagi seluruh civitas hospitalia dalam memantapkan persiapan menuju Pelaksanaan Akreditasi Rumah Sakit yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16, 18 & 19 September 2026 mendatang. Beliau mengingatkan bahwa sisa waktu menuju penilaian akhir harus dimanfaatkan secara optimal melalui penyempurnaan dokumen, pemantapan standar operasional, hingga kesiapan penelusuran lapangan di setiap unit kerja.

Selain kesiapan akreditasi, dr. Fitri Agustina, M.K.M. juga menguraikan pentingnya kepatuhan tata kelola data rumah sakit, khususnya terkait Pelaporan Indikator Mutu Pelayanan. Beliau mengingatkan bahwa rumah sakit memiliki kewajiban untuk melaporkan 5 Indikator Mutu Nasional (INM) secara berkala dan tepat waktu setiap bulannya kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Pelaporan yang konsisten dan akurat ini tidak hanya menjadi wujud akuntabilitas institusi kepada regulator, melainkan juga berfungsi sebagai alat ukur objektif dalam evaluasi capaian kinerja klinis dan keselamatan pasien. Jajaran manajemen serta unit penanggung jawab mutu diimbau untuk terus mengawal ketersahihan data dan tidak menunda proses input pelaporan agar profil mutu rumah sakit senantiasa terpantau secara transparan dan berkesinambungan.

Dalam perannya sebagai pengawas internal, dr. Fitri Agustina, M.K.M. turut menyoroti krusialnya pembaruan data Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK). Beliau menegaskan agar unit kerja terkait melakukan pemutakhiran (update) data ASPAK secara rutin setiap bulannya guna memastikan kesesuaian antara data administratif pada sistem nasional dengan kondisi riil di lapangan. Kepatuhan pengisian data ASPAK ini sangat menentukan validitas pemetaan pemenuhan standar sarana dan prasarana rumah sakit, sekaligus menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan perizinan maupun pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan ke depan. Ketelitian dalam mengelola ASPAK mencerminkan profesionalisme tata kelola aset yang dimiliki oleh RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dalam menunjang layanan kesehatan yang aman dan berstandar nasional.

Menutup amanatnya, Pembina Apel memberikan arahan khusus kepada Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk terus menggerakkan program Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan rumah sakit secara berkelanjutan. Bidang Diklat diharapkan dapat memetakan kebutuhan kompetensi staf medis, keperawatan, hingga tenaga penunjang dan administrasi melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan internal (in-house training) maupun eksternal. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki kapabilitas mutakhir yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Melalui perpaduan antara kesiapan akreditasi pertengahan September 2026, kepatuhan pelaporan mutu dan ASPAK, serta penguatan kapasitas SDM yang berkelanjutan, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro optimis akan mampu melewati proses penilaian dengan hasil yang terbaik dan mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna demi kejayaan rumah sakit dan mutu pelayanan masyarakat.