SENIN, 20 JULI 2026

Dalam upaya berkesinambungan untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan rumah sakit, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menyelenggarakan kegiatan In-House Training (IHT) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK). Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh jajaran manajemen, tim K3RS, sarana-prasarana (IPSIRS), hingga perwakilan staf klinis dan non-klinis dari berbagai unit kerja. Pimpinan menekankan bahwa fasilitas fisik yang aman dan terkelola dengan baik merupakan fondasi utama dalam menunjang keberhasilan asuhan pasien. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali dengan pemahaman komprehensif mengenai delapan standar utama MFK, mulai dari kepemimpinan dan perencanaan, keselamatan dan keamanan, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3), kewaspadaan bencana (disaster plan), proteksi kebakaran, hingga pemeliharaan sistem utilitas dan peralatan medis secara berkala.
Pelaksanaan IHT ini tidak hanya berfokus pada penguatan aspek regulasi, tetapi juga diisi dengan simulasi penanganan kedaruratan serta pemetaan identifikasi risiko (hazard risk assessment) di seluruh area rumah sakit. Langkah proaktif ini menjadi bagian penting dari persiapan strategis RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dalam menghadapi survei akreditasi, sekaligus bentuk pemenuhan standar keselamatan gedung dan lingkungan kerja yang berkelanjutan. Manajemen berharap melalui internalisasi standar MFK ini, seluruh staf memiliki refleks yang cepat dan sigap dalam memitigasi potensi bahaya fisik maupun lingkungan sejak dini. Dengan komitmen kebersamaan dan pengelolaan fasilitas yang andal, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro terus mempertegas dedikasinya untuk menghadirkan ekosistem pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, bermutu tinggi, dan senantiasa tepercaya bagi seluruh masyarakat.

