RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro melanjutkan rangkaian kegiatan Survei Simulasi Akreditasi Rumah Sakit bersama Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Pada hari kedua yang berlangsung secara luring (offline), fokus kegiatan bergeser dari telaah dokumen menuju pembuktian lapangan melalui metode Telusur Lapangan (On-site Trace) dan Wawancara. Sejak pagi hari, tim surveyor dari KARS melakukan penelusuran menyeluruh ke berbagai unit pelayanan di rumah sakit. Telusur ini mencakup area pelayanan rawat jalan, rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), unit perawatan intensif (ICU/ICCU), laboratorium, radiologi, hingga area penunjang non-klinis seperti instalasi gizi, rekam medis, dan pengelolaan limbah (K3RS).

      Dalam kegiatan telusur lapangan ini, surveyor KARS secara langsung mengamati implementasi standar akreditasi di lapangan, antara lain: Penerapan Keselamatan Pasien : Menguji kepatuhan staf terhadap identifikasi pasien, komunikasi efektif, hingga pencegahan risiko jatuh dan infeksi (PPI). Wawancara Staf & Manajemen sekaligus meminta penjelasan langsung dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lain, hingga jajaran manajemen terkait pemahaman regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

        Direktur RSUD Jend. A. Yani Metro menyampaikan bahwa seluruh jajaran civitas hospitalia menyambut baik dan antusias mengikuti jalannya proses telusur ini. “Hari kedua ini menjadi momentum penting bagi kami untuk melihat sejauh mana regulasi yang telah disusun diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari. Masukan dan catatan dari tim surveyor KARS akan menjadi bahan evaluasi berharga bagi perbaikan berkelanjutan di RSUD Jend. A. Yani Metro.”

Melalui kegiatan simulasi luring ini, RSUD Jend. A. Yani Metro optimistis dapat terus meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan secara prima dan paripurna bagi seluruh masyarakat Kota Metro dan sekitarnya.