SENIN, 13 JULI 2026

Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan klinis dan menjamin keselamatan pasien (patient safety), RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menggelar pelatihan internal In-House Training (IHT) mengenai Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO). Kegiatan yang berlangsung intensif ini diikuti oleh para apoteker, tenaga teknis kefarmasian, dokter, serta perawat yang menjadi garda terdepan dalam rantai pengelolaan obat di rumah sakit. Manajemen menegaskan bahwa PKPO merupakan salah satu pilar krusial dalam penilaian akreditasi, di mana ketepatan regulasi dan implementasi di lapangan harus berjalan selaras. Melalui IHT ini, seluruh peserta dibekali dengan pemahaman mendalam mulai dari proses seleksi, pengadaan, penyimpanan, peresepan, penyediaan, hingga pemantauan efek samping obat, guna meminimalkan risiko kesalahan pengobatan (medication error) di setiap alur pelayanan.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi teoretis, tetapi juga diisi dengan diskusi interaktif dan simulasi penanganan obat-obatan berkewaspadaan tinggi (high-alert medications), termasuk pengelolaan obat narkotika dan psikotropika sesuai standar terbaru. Dengan adanya penyegaran dan penyelarasan persepsi antarprofesi ini, diharapkan tercipta kolaborasi interprofesional yang solid dan patuh terhadap standar prosedur operasional (SPO) yang berlaku. Manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi peningkatan kompetensi SDM secara berkala. Melalui keberhasilan pelaksanaan IHT PKPO ini, rumah sakit optimistis dapat terus menghadirkan sistem pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu tinggi, dan senantiasa tepercaya dalam memberikan asuhan terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Metro dan sekitarnya.

