SELASA, 14 JULI 2026

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan pasien secara holistik, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menyelenggarakan kegiatan In-House Training (IHT) Skrining pada Pasien dengan Risiko Bunuh Diri. Pelatihan kompetensi khusus ini diikuti secara antusias oleh para dokter, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan di unit gawat darurat dan rawat inap yang menjadi garda terdepan pelayanan. Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa ancaman krisis kesehatan mental dan risiko bunuh diri dapat terjadi pada pasien mana pun, baik yang dirawat dengan keluhan psikiatri maupun penyakit fisik kronis. Melalui pelatihan intensif ini, rumah sakit berkomitmen untuk membekali seluruh tenaga medis dengan kepekaan instingtif dan kemampuan klinis yang mumpuni agar tidak ada satu pun tanda bahaya (warning signs) psikologis pasien yang luput dari perhatian.

Dalam pemaparan materi yang berlangsung dinamis, para peserta dibekali dengan instrumen skrining formal yang valid serta teknik wawancara klinis yang empati namun terukur untuk mendeteksi ide, rencana, atau kedaruratan perilaku bunuh diri. Pelatihan ini secara mendalam mengupas alur penanganan cepat, mulai dari langkah stabilisasi psikis awal, pembatasan akses terhadap benda berbahaya di lingkungan perawatan, hingga mekanisme konsultasi darurat ke dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Penekanan utama diberikan pada pentingnya dokumentasi rekam medis yang akurat dan komunikasi serah terima (handover) antar-shift secara ketat, guna memastikan rantai pengawasan terhadap pasien yang teridentifikasi berisiko tinggi tetap terjaga tanpa putus selama masa perawatan di rumah sakit.

Pelaksanaan IHT ini juga menjadi bagian dari langkah strategis RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dalam memenuhi elemen penilaian standar akreditasi rumah sakit, khususnya terkait pilar sasaran keselamatan pasien (patient safety). Dengan terintegrasinya sistem skrining risiko bunuh diri ke dalam asesmen awal pasien, manajemen berharap rumah sakit dapat menjadi lingkungan penyembuhan yang benar-benar aman, protektif, dan bebas dari insiden keselamatan yang fatal. Sinergi dan peningkatan kapasitas SDM yang konsisten ini merefleksikan dedikasi penuh RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro untuk tidak hanya unggul dalam pelayanan fisik, melainkan juga responsif, adaptif, dan senantiasa tepercaya dalam melindungi keselamatan jiwa dan mental seluruh masyarakat yang dilayani.