Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan sesuai standar akreditasi, RSUD Jend. A. Yani Metro menggelar kegiatan In-House Training (IHT) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada hari Rabu 19 Agustus 2026 berlokasi di Aula Diklat. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan tenaga medis, keperawatan, penunjang, hingga staf administrasi dan fasilitas pertamanan/keamanan. Program MFK merupakan salah satu pilar vital dalam operasional rumah sakit yang mencakup keselamatan dan keamanan, manajemen bahan berbahaya dan beracun (B3), kesiapsiagaan bencana (disaster plan), proteksi kebakaran, serta pengelolaan peralatan medis dan sistem utilitas. Pentingnya pemahaman MFK bagi seluruh elemen rumah sakit, tidak hanya untuk memenuhi standar akreditasi, tetapi sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Rumah sakit bukan hanya tempat untuk penyembuhan, tetapi juga harus menjadi tempat yang paling aman bagi pasien, pengunjung, maupun petugas yang bekerja di dalamnya. Melalui IHT MFK ini, rumah sakit ingin memastikan setiap elemen memiliki kesiapsiagaan dan respons yang tepat terhadap potensi risiko bencana maupun bahaya kerja. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan materi dari narasumber ahli di bidang K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit). Tak hanya dibekali teori, peserta juga diajak melakukan simulasi penanganan keadaan darurat, seperti penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi, hingga tata cara penanganan tumpahan B3 yang aman.

Melalui penyelenggaraan IHT MFK ini, RSUD Jend. A. Yani terus berupaya memperkuat kompetensi staf serta menghadirkan sarana dan prasarana yang andal demi mewujudkan pelayanan kesehatan bermutu tinggi dan berorientasi pada keselamatan pasien.