
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro menggelar agenda Pengarahan dan Simulasi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 yang dilakukan oleh bagian Organisasi Metro. Langkah strategis ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan seluruh unit kerja dalam menghadapi evaluasi dan penilaian kepatuhan dari Ombudsman Republik Indonesia. Sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) utama dan lokus penilaian pelayanan publik di Kota Metro, RSUD Jend. A. Yani berkomitmen memastikan seluruh alur pelayanan berjalan transparan, akuntabel, serta bebas dari potensi maladministrasi.
Kegiatan pengarahan dan simulasi ini diikuti oleh jajaran manajemen, para kepala ruang, hingga perwakilan unit pelayanan. Dalam pengarahan yang dipimpin oleh Manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, beberapa poin utama yang disimulasikan dan dievaluasi meliputi:
- Kelengkapan Standar Pelayanan: Pemenuhan maklumat pelayanan, kejelasan alur/prosedur, kepastian jangka waktu, dan keterbukaan estimasi biaya.
- Keterbukaan Informasi dan Fasilitas: Pengoptimalan sarana informasi publik, papan pengumuman, media digital, serta fasilitas yang ramah bagi kelompok rentan/disabilitas.
- Sistem Pengelolaan Pengaduan : Respon cepat dan tindak lanjut terhadap saran maupun keluhan masyarakat untuk mencegah terjadinya kebuntuan layanan (delay/penundaan berlarut).
- Simulasi Uji Petik / Telusur Layanan: Pengujian kesiapan petugas di lapangan saat berinteraksi langsung dengan pengguna layanan kesehatan.
Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, S.T., M.Kes., menegaskan bahwa simulasi ini bukan sekadar persiapan formalitas menghadapi tim penilai eksternal, melainkan ruang evaluasi mandiri untuk mendeteksi celah perbaikan (gap analysis) secara berkala.
“Simulasi dan pengarahan ini menjadi tolak ukur internal kami. Penilaian dari Ombudsman RI adalah cermin bagi rumah sakit untuk terus berbenah. Fokus utama kita adalah memberikan kepastian, keadilan, dan kenyamanan bagi pasien serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” tegas pimpinan RSUD.

