RABU, 22 JULI 2026

Dalam upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tanggap darurat dan mutu keselamatan pasien, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menyelenggarakan kegiatan In-House Training (IHT) Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan vital ini diikuti secara antusias oleh jajaran tenaga medis, keperawatan, hingga staf non-klinis seperti petugas keamanan, administrasi, dan sarana prasarana. Manajemen menekankan bahwa henti jantung dan kegawatdaruratan medis dapat terjadi kapan saja dan di mana saja di area rumah sakit. Oleh karena itu, kemampuan melakukan resusitasi jantung paru (RJP) yang berkualitas serta penggunaan Automated External Defibrillator (AED) secara tepat bukan hanya domain tenaga medis semata, melainkan kompetensi wajib yang harus dikuasai oleh seluruh elemen civitas hospitalia tanpa terkecuali.

Melalui pelatihan yang memadukan pemahaman teori dan simulasi praktik secara intensif, para peserta dilatih untuk mengasah refleks dan keberanian dalam mengenali tanda-tanda henti jantung, melakukan aktivasi sistem kode darurat (Code Blue), serta memberikan kompresi dada yang efektif. Manajemen berharap melalui internalisasi materi BHD ini, setiap pegawai memiliki kepedulian yang tinggi serta kesiapan mental untuk bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi kritis (golden period). Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro untuk terus memperkuat budaya keselamatan (safety culture) dan menjamin bahwa seluruh lingkungan rumah sakit merupakan area yang aman, responsif, dan senantiasa tepercaya bagi pasien, pengunjung, maupun seluruh staf.