SENIN, 20 JULI 2026

Pelaksanaan apel pagi di halaman RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro kali ini diwarnai dengan penegasan penting terkait penguatan core values Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam arahannya, pembina apel menekankan bahwa seluruh civitas hospitalia wajib menginternalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang dipadukan secara selaras dengan gerakan 10 Budaya Malu. Pimpinan apel mengingatkan dengan tegas bahwa agenda besar akreditasi rumah sakit mustahil dapat berjalan dengan baik dan sukses jika dasar perilaku ASN BerAKHLAK ini tidak tertanam kuat dalam sanubari setiap pegawai. Budaya malu—mulai dari malu karena terlambat, malu karena tidak pakai atribut, hingga malu karena kerja tidak terprogram—harus dijadikan filter moral harian agar kualitas pelayanan publik dan integritas personal tetap terjaga di level tertinggi.
Menutup amanatnya, pembina apel memberikan instruksi khusus kepada seluruh kelompok kerja (Pokja) untuk segera merapatkan barisan dan menyelesaikan tugas-tugas krusial penunjang akreditasi, terutama pengisian self-assessment yang tenggat waktunya kian mendesak. Melalui evaluasi mandiri tersebut, setiap unit kerja dapat memetakan secara riil kekurangan dokumen maupun implementasi lapangan sebelum menghadapi penilaian eksternal yang sesungguhnya. Manajemen berharap semangat ASN BerAKHLAK dan komitmen menuntaskan self-assessment ini tidak hanya menjadi gugur kewajiban administratif, melainkan wujud tanggung jawab moral demi keselamatan pasien (patient safety).

